Tugas 1.2.a.8 Koneksi Antar materi Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
TUGAS 1.2.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL
1.2
NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK
Oleh : Dini Nurani Rahmawati, S.Pd.
CGP Angkatan 7 Kabupaten Bandung
Barat
Tujuan
Khusus pada tugas 1.2.a.8 Koneksi Antar Materi Modul 1.2 tentang Nilai dan
Peran Guru Penggerak adalah guru penggerak mampu menghasilkan kesimpulan
berdasarkan materi Modul 1.2. Nilai & Peran Guru Penggerak serta kaitannya
dengan Modul 1.1. Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
Setelah
saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah
hal yang menjadi pembelajaran bagi saya dengan menggunakan model refleksi 4P:
1.
Perisitiwa
Momen yang paling penting dan
sangat menantang bahkan mencerahkan saya selama proses pembelajaran Modul 1.1
hingga Modul 1.2 adalah ketika saya mempelajari konsep Pemikiran Ki Hajar
Dewantara. Banyak sekali hal penting yang saya pelajari dari Pemikiran Ki Hajar
Dewantara ini, hingga dapat membukakan mata, hati dan pikiran saya tentang esensi
pendidikan di Indonesia. Untuk melakukan suatu perubahan yang besar, maka diperlukan
fondasi yang kuat. Pemahaman dan pengetahuan tentang Pemikiran Ki Hajar
Dewantara dimana pemikiran tersebut masih sangat relevan dengan dunia
pendidikan kita saat ini tentunya harus dimiliki oleh seorang guru agar mampu
menjadi agen perubahan dan pemimpin pembelajaran di dunia pendidikan kita saat
ini.
Setelah saya mempelajari Modul 1.1,
ada beberapa hal penting dari Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sangat mengubah
paradigma saya sebagai seorang guru. Hal pertama bahwa pendidikan seperti
menyemai benih-benih kebudayaan yang sesuai dengan sosiokultural bangsa kita. Hal
kedua pendidikan adalah sebuah proses menuntun anak sesuai dengan kodrat yang
mereka miliki baik kodrat alam maupun kodrat zaman. Hal yang ketiga yang tidak
kalah penting adalah bahwa Pendidikan harus menghamba kepada anak. Anak
ternyata tidak seperti apa yang digambarkan sebagai kertas kosong, namun sudah
ada catatan walau samar, dan tugas kita adalah untuk mempertegas dan membentuk
goresan-goresan tersebut sehingga menjadi bermakna. Hal penting yang keempat
adalah tentang Trilogi Pendidikan, sebagai guru kita harus menjadi suri tauladan
bagi muri-murid kita dan juga kita harus senantiasa memberi dukungan, dorongan
dan semangat bagi murid-murid kita untuk mencapai cita-cita mereka.
Selain itu, peristiwa penting
lainnya yang dapat mencerahkan saya yaitu ketika saya mempelajari Modul 1.2
tentang hakikat manusia tergerak, bergerak, dan menggerakkan. Dari sini saya
berpikir bahwa ternyata untuk dapat menggerakkan orang lain ternyata harus mampu
menggerakkan diri sendiri terlebih dahulu, jika diri kita sudah tergerak maka
akan dengan mudah untuk melakuka pergerakkan dan bahkan menggerakkan orang lain
dalam skala yang lebih luas karena sejatinya untuk melakukan suatu perubahan
besar dalam dunia pendidikan kita tidak melakukannya sendiri tapi harus
bersama-sama bergerak agar perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik dapat
tercapai. Dengan dasar pemikiran dari Ki Hajar Dewantara yang sudah saya pahami
tersebut, maka saya harus kompeten terkait dengan Nilai-nilai Guru Penggerak
agar saya mampu untuk menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai pendidik,
ataupun sebagai Guru Penggerak.
Adapun kaitan antara Modul 1.1
dengan Modul 1.2 yang saya pahami yaitu dari kedua Modul tersebut sangatlah
saling berkaitan. Untuk mampu memiliki lima peran dan nilai guru penggerak maka
seorang guru penggerak haruslah memiliki pemahaman dan pengetahuan dasar
pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara sebagai muara bahwa pendidikan itu berpihak
pada murid.
2. Perasaan
Saat momen itu terjadi saya merasa
seperti bagaikan gelas kosong yang tidak berisi apa-apa. Setelah saya mengikuti
Pendidikan Guru Penggerak ternyata saya merasa bahwa selama ini saya tidak tahu
apa-apa mungkin juga saat ini saya masih belum tahu apa-apa tentang dunia
pendidikan. Melalui Pendidikan Guru Penggerak saya benar-benar merasa tercerahkan,
membuka pemikiran saya, dan saya merasa mendapatkan energi dan motivasi untuk
lebih banyak belajar lagi. Ilmu pengetahuan itu benar-benar saya dapatkan dari
Program Guru Penggerak ini, di mana di program ini, bukan hanya ilmu
pengetahuan secara akademik, namun juga sosial kemasyarakatan. Di sini kami
dibina dengan konsep belajar MERDEKA untuk terbiasa mengenali diri dengan
melakukan refleksi, saling berbagi dan
berkolaborasi sehingga ilmu yang didapatkan dapat lebih menyebar dan bermakna.
3. Pembelajaran
Sebelum momen tersebut terjadi, awalnya
saya berpikir bahwa menjadi seorang guru itu adalah pusat informasi atau guru
satu-satunya sumber informasi, guru cenderung fokus dalam menyampaikan materi
saja dan murid dianggap tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pusat pembelajaran
(Teacher Center) yang aktif adalah gurunya bukan muridnya. Saya lebih banyak
memikirkan bagaimana murid mendapatkan nilai yang tinggi dengan hanya
mengutamakan ranah kognitif pada materi pembelajaran yang harus selesai. Saya juga
belum menganggap penting dalam melakukan refleksi. Namun, Sekarang saya
berpikir bahwa seorang guru harus memiliki orientasi bahwa dalam proses
pembelajaran, peserta didik harus aktif karena mereka sebagai subjek pembelajaran
dan membentuk kelompok diskusi dan komunitas pembelajaran untuk memberi
keberanian pada murid dalam upaya melatih menggali potensinya mereka.
Oleh karena itu pembelajaran saat ini harus berpusat pada murid (Student
Center). Pembelajaran harus dilakukan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat
zaman karena pada dasarnya kodrat anak itu bermain. Pendidikan harus
disesuaikan dengan kodratnya. Saya berpikir sekarang bahwa nilai bukan
satu-satunya tolak ukur keberhasilan murid karena setiap anak itu unik dan
memiliki potensinya masing-masing yang harus kita kembangkan. Kemudian yang
terakhir, ternyata melakukan refleksi diri itu sangat penting, karena dengan melakukan
refleksi seorang guru akan mendapatka umpan balik untuk terus memperbaiki diri dan
meningkatkan kualitas diri dalam pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik lagi.
4.
Penerapan
ke depan
Apa pengembangan diri yang
sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang,
untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak?
Pengembangan diri yang sederhana,
kongkret, dan rutin, yang dapat saya lakukan sendiri mulai dari sekarang untuk
membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak:
a.
melaksanakan
pembelajaran yang berpusat pada murid (student Center).
b.
melaksanakan
pembelajaran yang berpihak kepada murid.
c.
menuntun/
bersikap among sesuai dengan minat, bakat, dan tentunya sesuai dengan kodrat
alam dan kodrat zaman kepada murid.
d.
menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan model-model pembelajaran yang
bervariatif dan inovatif sehingga murid-murid tidak bosan cara mengajar kita di
kelas.
e.
melatih
keterampilan abad 21 terkait 4C (Creative,
Critical Thinking, Comunication, dan Collaboration) yang disandingkan dengan model pembelajaran
inovatif yang digunakan disertai dengan pendekatan saintifik 5M (Mengamati,
Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan). Sehingga dalam pembelajaran
siswa akan lebih aktif dan mampu dalam memecahkan suatu permasalahan.
f.
menerapkan
teknologi dalam setiap pembelajaran sebagai bagian dari TPACK (Tecnological,
Pedagogical, Content and Knowladge), karena karakteristik murid saat ini adalah
sangat sennag dengan hal-hal yang berbau IT atau teknologi. Hal ini sesuai mendidik
harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
g.
selalu
melakukan refleksi di setiap pertemuan. Refleksi sangat penting guna menggali
kemampuan daya ingat dan daya nalar, sehingga mampu mengevaluasi sesuatu dengan
tepat dan penuh solusi.
h.
melakukan
kolaborasi dengan berbagai pihak di sekolah agar perubahan yang tadi kita
harapkan dapat tercapai dengan mudah.
i.
menambah
ilmu dan wawasan dengan mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi
nilai-nilai dan peran Guru Penggerak.
j.
kita
harus terus menjadi sosok panutan dan role model bagi murid kita, menjadi suri
tauladan bagi murid-murid kita sebagaimana ada apa Trilogi Pendidikan dari KI
Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri
Handayani.
Demikianlah
pemaparan dari saya tentang Koneksi Antar Materi pada Modul 1.2 tentang Nilai
dan Peran Guru Penggerak. Semoga Bermanfaat.
Salam
Sehat dan Bahagia.
Salam
Guru Penggerak.
Comments
Post a Comment